<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Tips meloncati hari yang yang anda “benci”&#8230;.. </title>
	<atom:link href="http://aditskandar.blog.friendster.com/2007/08/tips-meloncati-hari-yang-yang-anda-%e2%80%9cbenci%e2%80%9d/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aditskandar.blog.friendster.com/2007/08/tips-meloncati-hari-yang-yang-anda-%e2%80%9cbenci%e2%80%9d/</link>
	<description>hanya mata yang bisa berbicara 
, mata yang tak bisa berbohong
mata yang banyak bercerita
mata yang tulus
hanya mata yang ciptaan - Nya
yang BISA</description>
	<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 20:43:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: Jun</title>
		<link>http://aditskandar.blog.friendster.com/2007/08/tips-meloncati-hari-yang-yang-anda-%e2%80%9cbenci%e2%80%9d/#comment-5</link>
		<dc:creator>Jun</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 08:43:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aditskandar.blog.friendster.com/2007/08/tips-meloncati-hari-yang-yang-anda-%e2%80%9cbenci%e2%80%9d/#comment-5</guid>
		<description>kok repot sih mas, pergi ke kutub aja, tinggal loncat dah pindah hari he he he...

Tapi secara saintifik, kita bisa membelokkan waktu. Cuma ya itu, butuh kecepatan melebihi cahaya atau gravitasi yang sangat kuat (singularitas). Dan tentu saja mengubah pemahaman bahwa waktu adalah absolut. Sebuah pertanyaan yang menarik untuk dicari jawabannya : Apakah cahaya bintang yang kita lihat sekarang itu berasal dari jutaan tahun lampau mengingat jarak bintang itu yang ordenya jutaan tahun cahaya ? Atau malah cahaya bintang yang sekarang merupakan cahaya yang dipancarkannya saat ini juga ?

He he he sekian dulu komen dari seorang scientist tanggung yang bercita-cita pergi ke Antartika...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok repot sih mas, pergi ke kutub aja, tinggal loncat dah pindah hari he he he&#8230;</p>
<p>Tapi secara saintifik, kita bisa membelokkan waktu. Cuma ya itu, butuh kecepatan melebihi cahaya atau gravitasi yang sangat kuat (singularitas). Dan tentu saja mengubah pemahaman bahwa waktu adalah absolut. Sebuah pertanyaan yang menarik untuk dicari jawabannya : Apakah cahaya bintang yang kita lihat sekarang itu berasal dari jutaan tahun lampau mengingat jarak bintang itu yang ordenya jutaan tahun cahaya ? Atau malah cahaya bintang yang sekarang merupakan cahaya yang dipancarkannya saat ini juga ?</p>
<p>He he he sekian dulu komen dari seorang scientist tanggung yang bercita-cita pergi ke Antartika&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jun</title>
		<link>http://aditskandar.blog.friendster.com/2007/08/tips-meloncati-hari-yang-yang-anda-%e2%80%9cbenci%e2%80%9d/#comment-4</link>
		<dc:creator>Jun</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 08:33:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aditskandar.blog.friendster.com/2007/08/tips-meloncati-hari-yang-yang-anda-%e2%80%9cbenci%e2%80%9d/#comment-4</guid>
		<description>kok repot sih mas, pergi ke kutub aja, tinggal loncat dah pindah hari he he he...

Tapi secara saintifik, kita bisa membelokkan waktu. Cuma ya itu, butuh kecepatan melebihi cahaya atau gravitasi yang sangat kuat (singularitas). Dan tentu saja mengubah pemahaman bahwa waktu adalah absolut. Sebuah pertanyaan yang menarik untuk dicari jawabannya : Apakah cahaya bintang yang kita lihat sekarang itu berasal dari jutaan tahun lampau mengingat jarak bintang itu yang ordenya jutaan tahun cahaya ? Atau malah cahaya bintang yang sekarang merupakan cahaya yang dipancarkannya saat ini juga ?

He he he sekian dulu komen dari seorang scientist tanggung yang bercita-cita pergi ke Antartika...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok repot sih mas, pergi ke kutub aja, tinggal loncat dah pindah hari he he he&#8230;</p>
<p>Tapi secara saintifik, kita bisa membelokkan waktu. Cuma ya itu, butuh kecepatan melebihi cahaya atau gravitasi yang sangat kuat (singularitas). Dan tentu saja mengubah pemahaman bahwa waktu adalah absolut. Sebuah pertanyaan yang menarik untuk dicari jawabannya : Apakah cahaya bintang yang kita lihat sekarang itu berasal dari jutaan tahun lampau mengingat jarak bintang itu yang ordenya jutaan tahun cahaya ? Atau malah cahaya bintang yang sekarang merupakan cahaya yang dipancarkannya saat ini juga ?</p>
<p>He he he sekian dulu komen dari seorang scientist tanggung yang bercita-cita pergi ke Antartika&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
