Tips meloncati hari yang yang anda “benci”…..
Kalau besok adalah hari :
1. dimana kamu akan teringat kamu ada masalah ama kekasihmu jadi kamu memutuskan untuk nggak ketemu hari itu lagi.
2. dimana kamu musti bayar semua tagihan tagihan jadi kamu benci dengan hari itu.
3. dimana kamu musti ngumpulin tugas tapi kamu belum siap
Nah berikut adalah tips untuk melewatkan hari yang anda inginkan untuk di “skip”
1. Tentukan hari yang anda hindari…….
2. Beli tiket pesawat tercepat ke arah barat……
3. Sesuaikan jadwal keberangatan dengan hari yang anda telah tentukan untuk anda “skip”…..
Garis kalender adalah garis semu yang letaknya di Samudera Pasifik. Posisinya persis di balik bumi dari Garis waktu 0 – GMT.Berarti ini membujur dari kutub utara memotong garis katulistiwa, lalu ke kutub selatan. Fungsinya untuk menandai waktu, tengah malam untuk memisahkan hari Minggu ke hari senin dan seterusnya.
Jadi, kalau kita ambil GMT sebagai waktu nol di siang hari jam 12 siang, maka watu di garis kalender ini adalah jam 12 malam. Karena itu posisi antara GMT dengan garis kalender adalah berseberangan di balik bumi. Kalau di sebelah timur garis ini hari Minggu, maka di sebelah baratnya adalah hari Senin.
Kalu kita berkesempatan berada persisi di garis ini, kaki kanan di barat garis dan kaki kiri di timur garis, maka anda sedang berada di hari yang berbeda sekaligus. Separuh badan anda ada di hari Minggu, dan separuh lainnya ada di hari Senin. Itu kalau anda berada di sana jam 12 malam.
Jadi kalau kita menggunakan pesawat dengan kecepatan tinggi ke arah barat maka kita akan mendapatkan satu hari yang hilang.
Nggak gitu kali……………………….ya!
Maaf kalau tips ini kurang manjur soalnya saya juga belum pernah coba tapi saya rasa tetep aja tuh…..nggak akan ada perubahan. Tagihan musti dibayar, tugas musti tetep dikumpulin, dan masalah tetap masalah, karena masalah adalah sesatu yang harus diselesaikan.
August 16th, 2007 at 1:33 am
kok repot sih mas, pergi ke kutub aja, tinggal loncat dah pindah hari he he he…
Tapi secara saintifik, kita bisa membelokkan waktu. Cuma ya itu, butuh kecepatan melebihi cahaya atau gravitasi yang sangat kuat (singularitas). Dan tentu saja mengubah pemahaman bahwa waktu adalah absolut. Sebuah pertanyaan yang menarik untuk dicari jawabannya : Apakah cahaya bintang yang kita lihat sekarang itu berasal dari jutaan tahun lampau mengingat jarak bintang itu yang ordenya jutaan tahun cahaya ? Atau malah cahaya bintang yang sekarang merupakan cahaya yang dipancarkannya saat ini juga ?
He he he sekian dulu komen dari seorang scientist tanggung yang bercita-cita pergi ke Antartika…
August 16th, 2007 at 1:43 am
kok repot sih mas, pergi ke kutub aja, tinggal loncat dah pindah hari he he he…
Tapi secara saintifik, kita bisa membelokkan waktu. Cuma ya itu, butuh kecepatan melebihi cahaya atau gravitasi yang sangat kuat (singularitas). Dan tentu saja mengubah pemahaman bahwa waktu adalah absolut. Sebuah pertanyaan yang menarik untuk dicari jawabannya : Apakah cahaya bintang yang kita lihat sekarang itu berasal dari jutaan tahun lampau mengingat jarak bintang itu yang ordenya jutaan tahun cahaya ? Atau malah cahaya bintang yang sekarang merupakan cahaya yang dipancarkannya saat ini juga ?
He he he sekian dulu komen dari seorang scientist tanggung yang bercita-cita pergi ke Antartika…