Aku sama dengan Sumanto
“Pemirsa, kami berhasil mengintip lebih jauh soal isu keretakan rumah tangga artis X. Awalnya X yang sering tampil seksi ini mengelak ketika kami konfirmasi. Tapi wartawan kami berhasil mengawasi rumah mereka selama sehari semalam dan terbukti suami X tidak pulang. Ini semakin meyakinkan bahwa rumah tangga mereka tidak harmonis. Apalagi gosipnya ada orang ketiga… bla bla bla….”
Berita selanjutnya ……………………………………………………………..
“Anda tentu sangat paham dengan sosok laki-laki ‘ndesa’ asal Pelumutan, Kemangkon, Purbalingga, Jateng. Selepas keluar dari “nyantri’ di lembaga pemasyarakatan Purwokerto, laki-laki ini makin terkenal bak selebritis. Tak tanggung-tanggung, tiga stasiun televisi swasta pun ikut mengudangnya untuk wawancara langsung dari studio. Tak hanya itu, bahkan hampir semua media massa, baik lokal maupun nasional ikut memberitakan perilaku aneh laki-laki ini. Dia tak lain adalah Sumanto.”
Aku duduk didepan TV selepas adzan subuh dikumandangkan. “Begitulah gaya wartapelipur (infotainment) menciptakan sensasi untuk memancing perhatian penonton. Mengacaukan fakta dengan gosip dan prasangka. Banyak stereotip, mitos, dan penilaian yang terburu-buru” pikirku. Tiba tiba terhenyak aku oleh pertanyaan keponakkanku ” Sama ya Om?”
“Maksudnya?” sambil agak bingung aku balik nanya
“ Om Sumanto sama orang lain “ jawabnya sambil ngusel usel minta dipangku
Aku deket banget ama keponakkanku yang satu ini. Umurnya baru 8 thn tapi kemampuan diatas rata rata walau nggak pernah ilang sifat manjanya. Tapi dia biasa bermanja manja hanya dengaknku bahkan dgn bapaknya pun dia nggak pernah seperti itu. Maklum bapaknya pengen banget dia jadi anak yang mandiri.
“Apan sih Sumanto sama orang lain, dimana samanya ………?”aku kebingungan
“Hayo dimana kesamaannya………..?” sambil cengar cengir nyebelin.
“emang Sumanto kenapa?trus artis itu kenapa?Apaan sih?”masih agak ngantuk jadi belon konsen2.
“Artisnya sih nggak kenapa - kenapa. Tapi saya tau itu hak om untuk tanya-tanya, TAPI TOLONG! Hargai privasi saya..!” dengan gaya celebrities dia ngasih saya selebaran yang dia dapat waktu sholat Jum’at kemaren siang.
“ Oh itu …..yah semoga jadi peringatan buat kita semua”setelah saya selesai baca.
ISi selebaran :
Acara wartapelipur dalam satu hari dimunculkan selama 13 jam, atau lebih dari setengah hari. Dalam kurun 2002 hingga 2005 jumlah program wartapelipur di TV swasta meningkat dari 24 episode per minggu (3 espisode per hari) menjadi 180 episode per minggu atau 26 episode per hari. Ini menunjukkan bahwa acara wartapelipur bagi stasiun televisi sangat menguntungkan. Wartapelipur mampu mendapatkan penonton meskipun acara ini ditaruh pada jam-jam mati (pukul 7, 9, 15, dan 16). Sampai-sampai pemrogram melakukan strategi tayang ulang pada jam lain pada hari yang sama. Atau, mereka memperpanjang durasi acara dari 30 menjadi 60 menit. Namun, peringkat acara ini tetap bersaing. Perbandingan keuntungan acara wartapelipur memang tinggi. Harga beli satu episode wartapelipur dari rumah produksi berkisar antara Rp15 sampai 60 juta sedangkan pendapatan bersih dari penjualan ruang iklan per episode bisa mencapai Rp35 juta.
Firman Allah:
“Dan jangan sebagian kamu mengumpat sebagiannya; apakah salah seorang di antara kamu suka makan daging bangkai saudaranya padahal mereka tidak menyukainya?!” (al-Hujurat: 12)
Anas r.a. berkata : Rasulullah saw bersabda : “Ketika saya di mi`rajkan, saya telah melihat suatu kaum yang berkuku tembaga digunakan mencakar muka dan dada mereka sendiri, maka saya bertanya pada Jibril : Siapakah mereka itu? Jawabnya : Mereka yang makan daging orang dan mencela kehormatan orang lain (Ya`ni ghibah)”. (Abu Dawud).